Kamis, 26 April 2012
Upacara Adat Naik Dango
“Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata…!” Kalimat tersebut bermakna, “Adil dan toleran terhadap sesame, bercermin ke surge dan setiap tarikan napas harus patuh terhadap Tuhan. Setiap ada yang mengucapkan salam tersebut, orang harus menjawab, arus, arus, arus yang berarti mengiyakan dan mengharapkan salam itu akan terpenuhi dalam kehidupan semua orang.
Salam tersebut kerap dijumpai dalam setiap upacara adat Naik Dango yang merupakan sebuah upacara untuk menghaturkan rasa syukur terhadap Nek Jubata atau Sang Pencipta atas berkah yang diberikannya berupa hasil panen (padi) yang berlimpah. Tidak hanya itu, upacara yang biasa dilakukan oleh masyarakat adat Dayak Kanayatn yang mendiami Kabupaten Landak, Kabupaten Pontianak, hingga Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat tersebut diselengarakan secara rutin setiap tahun.
Upacara Naik Dango memiliki empat kegiatan utama. Yang pertama berjuluk Batutuk atau kegiatan menumbuk padi dalam lesung untuk mendapatkan beras, tepung beras (sunguh) atau beras ketan (poe’) untuk persiapan ritual makan bersama atau sesaji. Kemudian disusul dengan acara Matik alias mengucapkan doa untuk menyampaikan maksud dan niatan kepada Nek Jubata agar member restu pada pelaksanaan upacara Naik Dango. Di sini disajikan juga perangkat adat berupa Tumpi Sunguh (cucur putih), Solekng Poe” (ruas bambu berisikan ketan masak), hingga Sirih Masak (daun sirih, pinang siap kunyah dan gulungan rokok daun nipah)
Perhelatan Naik Dango memiliki inti upacara berupa Nyangahathn alias melantunkan doa dan mantra-mantra oleh Panyangahatn (imam adat) untuk memanggil semangat padi, mengucapkan syukur kepada Tuhan atas anugerah yang diberikannya berupa panen padi sampai memohon ampun kepada Nek Jubata atas dosa dan kesalahan dan meminta agar diberikan kesejahteraan pada tahun yang akan datang.
Selanjutnya para peserta upacara akan saling mengunjungi rumah kerabat dan tetangga dan disajikan kudapan atau penganan berupa poe atau salikat (lemang atau pulut yang terbuat dari beras ketan yang ditanak di dalam batang bambu), tumpi cucur (campuran tepung terigu dan tepung beras yang diaduk dengan gula merah dan digoreng), Bontonkng (berbahan baku beras sunguh/beras lading-Bontonkng Sumuh dan yang berbahan dasar beras pulut ladang alias Bontonkng Poe’)
Naik Dango sendiri bermula dari mitos asal mula padi mashyur di antara orang Dayak Kalimantan Barat lewat kisah Ne Baruankng Kulup. Cerita tersebut diawali dengan asal mula padi milik Jubata di Gunung Bawang yang dicuri oleh burung pipit. Padi tersebut kemudian jatuh ke tangan Ne Jaek yang sedang mengayau alias memenggal. Akibat hanya membawa setangkai padi dan bukan kepala, maka Ne Jaek pun menuai ejekan.
Keteguhan Ne Jaek yang ingin membudidayakan padi tersebut menyebabkan pertentangan di sukunya yang berimbas pada diusirnya Nenek Jaek dari kampungnya. Dalam pengembaraannya, dia bertemu dengan Jubata dan lalu menikah. Perkawinan tersebut menghasilkan Ne Baruankng Kulup yang akhirnya membawa padi kepada “Talino” (manusia) akibat senang turun ke dunia untuk bermain Gasing. Hal tersebut membuat Ne Baruankng Kulup diusir dari Gunung Bawang dan kemudian menikah dengan manusia. Dial ah yang mengenalkan padi (beras) untuk menjadi makanan utama manusia menggantikan Kulat (jamur).
Pada hakekatnya, upacara Naik Dango memiliki tiga aspek. Aspek tersebut antara lain aspek kehidupan masyarakat agraris di mana masyarakat Dayak mengungkapkan tradisi bercocok tanam dengan padi sebagai panen utamanya. Aspek kedua adalah aspek kehidupan religious. Lewat Naik Dango, masyarakat Dayak mengekspresikan rasa syukur, terima kasih dan hormat kepada Tuhan atas panen yang mereka peroleh. Aspek yang terakhir adalah aspek kekeluargaan, solidaritas dan persatuan. Penyelenggaraan Naik Dango secara serentak dalam wilayah kesatuan hukum adat (binua) merupakan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar keluarga khususnya dan masyarakat Dayak umumnya.
click here
Selasa, 29 November 2011
Judul Skripsi
ternyata memikirkanya................... (next)
Baru dapat ide untuk proposal Skripsi....
mudah2an di acc dosen..amiiiin
Baru dapat ide untuk proposal Skripsi....
mudah2an di acc dosen..amiiiin
Kamis, 01 September 2011
Seni Pahat dan Ukir Perlu Perhatian
NGABANG - Anggota Komisi C DPRD Landak, Kasnem, S.sn mengatakan, jika diperhatikan secara seksama, dapat dilihat pengembangan kesenian dari pemerintah bisa dibilang hampir tidak ada, apalagi kepada seniman-seniman pahat dan ukir. Padahal Landak memiliki hasil pahatan dan ukiran khas daerah yang sangat bagus. Hanya saja lagi-lagi soal perhatian yang kurang. "Hampir semuanya di Landak adalah sanggar musik dan tari. Tetapi tidak juga terlalu berkembang secara baik, sanggar dibiarkan bergerak sendiri. Hal seperti ini yang harus diubah sejak sekarang jika ingin memajukan seni dan budaya Kabupaten Landak. Dan soal budaya ini tidak hanya berasal pada kelompok tertentu, tetapi juga harus bersama-sama menjadikan budaya ini sebagai pilar daerah," kata Legislator dari Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN).
Rabu, 31 Agustus 2011
untuk dosen ku....
maaf aku telah menyumpahimu..
bukan maksud ku untuk mengumpat apalagi menghina....
aku hanya kesal dan marah...
makanya kalau ngasi nilai itu jangan pelit...!!!
tugas beres....
presensi 80%....
UAS ikut...
UTS ikut....
kok masih BL terus.....
apa yang salah pada diriku...???
tetapi akhirnya aku harus meminta maaf kepada Anda....!!!!
maafkan aku dosenku yg pelit....
bandung 31 agustus 2011
bukan maksud ku untuk mengumpat apalagi menghina....
aku hanya kesal dan marah...
makanya kalau ngasi nilai itu jangan pelit...!!!
tugas beres....
presensi 80%....
UAS ikut...
UTS ikut....
kok masih BL terus.....
apa yang salah pada diriku...???
tetapi akhirnya aku harus meminta maaf kepada Anda....!!!!
maafkan aku dosenku yg pelit....
bandung 31 agustus 2011
4 days
4 hari lagi......
ku tunggu kedatanganmu.....
cepat pulang.... cepat kembali...........
@Cireborneo :((
ku tunggu kedatanganmu.....
cepat pulang.... cepat kembali...........
@Cireborneo :((
Tujuan Pendidikan Seni Rupa di Sekolah Umum
LATAR BELAKANG
Tujuan Pendidikan Seni Rupa di Sekolah Umum
• Mengembangkan keterampilan Seni Rupa
• Menanamkan Kesadaran Budaya Lokal (Cultural Awareness)
• Mengembangkan kemampuan Apresiasi
• Kesempatan untuk mengaaktualisasikan diri (self actualization)
• Mengembangkan penguasaan disiplin ilmu Seni Rupa
• Mempromosikan gagasan multikultural
Tujuan Pendidikan Seni Rupa ⇨ Refleksi dinamika masyarakat yang senantiasa berubah dan berkembang
Orientasi Pendidikan Seni Rupa
• Bidang ilmu Seni Rupa
• Kebutuhan Anak/Siswa
• kebutuhan Masyarakat
Perkembangan Bidang Ilmu Seni Rupa
Dipengaruhi perkembangan berbagai disiplin ilmu dan teknologi menghasilkan berbagai bentuk corak dan gaya dalam seni rupa.
• Seni rupa Murni (Fine Art)
Konvensional: Seni Lukis, Patung, Grafis
• Seni Rupa Terapan (Applied Art)
Desain (Komunikasi Visual, Interior, Tekstil, Produk, Bangunan dsb.)
Kriya (Tekstil, Kayu, Logam, Serat, Keramik, Kaca, Kulit)
Kebutuhan Anak/Siswa terhadap pendidikan seni rupa
Pengaruh perkembangan ilmu psikologi
• Berekspresi secara bebas sebagai kebutuhan kejiwaan anak secara alamiah
• Pengalaman estetis yang memberikan kegairahan dan menimbulkan kesadaran terhadap pengalaman yang khas dalam kehidupan
• Tanggapan untuk memahami dunia secara sensitif dan emosional
Kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan seni rupa
• Tenaga yang siap pakai dalam bidang industri—tuntutan perkembangan tekno-ekonomi
• Dinamika sosial-budaya untuk mempromosikan kesadaran multikultural
• Suasana kondusif bagi kehidupan masyarakat dunia yang multi etnik (masyarakat global)
Click Here
Tujuan Pendidikan Seni Rupa di Sekolah Umum
• Mengembangkan keterampilan Seni Rupa
• Menanamkan Kesadaran Budaya Lokal (Cultural Awareness)
• Mengembangkan kemampuan Apresiasi
• Kesempatan untuk mengaaktualisasikan diri (self actualization)
• Mengembangkan penguasaan disiplin ilmu Seni Rupa
• Mempromosikan gagasan multikultural
Tujuan Pendidikan Seni Rupa ⇨ Refleksi dinamika masyarakat yang senantiasa berubah dan berkembang
Orientasi Pendidikan Seni Rupa
• Bidang ilmu Seni Rupa
• Kebutuhan Anak/Siswa
• kebutuhan Masyarakat
Perkembangan Bidang Ilmu Seni Rupa
Dipengaruhi perkembangan berbagai disiplin ilmu dan teknologi menghasilkan berbagai bentuk corak dan gaya dalam seni rupa.
• Seni rupa Murni (Fine Art)
Konvensional: Seni Lukis, Patung, Grafis
• Seni Rupa Terapan (Applied Art)
Desain (Komunikasi Visual, Interior, Tekstil, Produk, Bangunan dsb.)
Kriya (Tekstil, Kayu, Logam, Serat, Keramik, Kaca, Kulit)
Kebutuhan Anak/Siswa terhadap pendidikan seni rupa
Pengaruh perkembangan ilmu psikologi
• Berekspresi secara bebas sebagai kebutuhan kejiwaan anak secara alamiah
• Pengalaman estetis yang memberikan kegairahan dan menimbulkan kesadaran terhadap pengalaman yang khas dalam kehidupan
• Tanggapan untuk memahami dunia secara sensitif dan emosional
Kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan seni rupa
• Tenaga yang siap pakai dalam bidang industri—tuntutan perkembangan tekno-ekonomi
• Dinamika sosial-budaya untuk mempromosikan kesadaran multikultural
• Suasana kondusif bagi kehidupan masyarakat dunia yang multi etnik (masyarakat global)
Click Here
Langganan:
Postingan (Atom)


